Salah Satu Konsep Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak


PKSSumenep.org - Penerapan pendidikan dan pembinaan orang tua terhadap anak anaknya belum tentu harus sama dengan pendidikan orang lain. Orang tua memiliki konsep tersendiri dalam menanamkan pendidikan tidak hanya asal, ada kontrol, ada rem, tidak bebas semau anak, anak itu labil dan egonya tinggi, segala kemauannya harus dituruti. Sebagai orang tua jadilah rem buat anakmu, jadilah kontrol buat buah hatimu karena penanaman pendidikan orang tua akan menjadi akar, akan menjadi pondasi untuk masa depannya.

Apalagi berteman dan bergaul tidak asal, asal senang, asal banyak teman, asal orang tua tidak terganggu, asal puas, dan asal asal yang lainnya.

Kenapa anak harus di rumah? 
Pertanyaan ini akan berbeda-beda jawabannya pada masing-masing orang tua, itu harus di maklumi dan dihormati. 
Dan jawaban saya sebagai orang tua, (sebagai ibu, sebagai guru untuk anak-anak saya dan sebagai teladan mereka).

Jawaban saya, karena ibunya di rumah,  buat apa ibu atau orang tua berada di rumah? kapan dia boleh bermain di rumah, kapan boleh di luar rumah, (boleh bermain saat kewajibannya sudah selesai), dikala apa dan bagaimana anak boleh berada di luar rumah, (di saat ada yang memantau dan menjaganya, minimal ada orang dewasa yang menemani). Membiasakan anak betah di dalam rumah terutama anak perempuan, dengan sering berada di rumah orang tuanya otomatis tau dengan benar sifat, watak dan karakter  anak-anaknya. Supaya tau bagaimana harus bersikap kepada yang berpendirian (keras/tegas), bagaimana bersikap pada anak yang bersifat lembut, bagaimana sikap kepada anak pendiam, bersikap kepada anak yang manja. Semua itu harus terkonsep pada setiap orang tua untuk diterapkan kepada anaknya. Ini sebagai salah satu tugas orang tua menjaga amanah yang Allah beri. Jadi tugas orang tua menjaga bukan membebaskan.

Perintah "suruh anakmu main di luar" orang tua boleh sama, boleh berbeda. Dan saya berbeda.

Pergaulan anak di masa kecil harus dikendalikan orangtuanya, dan pergaulannya ketika dewasa dia bisa mengendalikan dirinya sendiri dari usaha pengendalian orangtuanya di masa kecil.

Tanamkan pada anak pada siapa, dan kapan dia boleh bergaul karena dari pergaulan ada saling mempengaruhi dan terpengaruh. Nabi sendiri dalam salah satu hadisnya mengatakan, saya kutip seperti ini, "bergaul dengan pandai besi akan terkena percikannya, dan bergaul dengan penjual parfum akan ikut harum bersama aroma wanginya" betul?? (Mengangguklah bila setuju, dan bila tidak setuju berilah senyummu).

Kalimat nanti kulitmu hitam, nanti jatuh, nanti luka, itu rayuan orang tua semata, agar anak selalu berhati-hati. Ada disiplin saat anak akan bermain, sedisiplinnya orang tua pada akhirnya jatuh juga.
PADA SAAT INILAH, orang tua menunjukkan ucapannya, menerangkan, menjelaskan bahwa inilah tujuan orang tuamu melarang atau mengingatkanmu.

Menyuruh anak bermain ada waktunya, ada batasan-batasannya, tidak bebas, orang pelihara binatang saja dijaga, khawatir supaya tidak liar dan hilang, kenapa pelihara anak tidak seperti itu?

By: Bunda Hazmin
Share on Google Plus